Terpotong

Ia mencak-mencak. Sebenarnya, sudah menjadi kebiasaannya. Tapi kali ini lain.

Tidak satu pun yang berani bersuara. Yang tadinya terdengar bercakap-cakap, sontak tidak terdengar. Hening, melebihi kuburan. Anginpun berhenti bertiup. Satu per satu mencelat keluar ruangan, takut menjadi sasaran amuk. (lagi…)

1 comment 25 Mei 2009

Week of feeling unjust and left behind

Ini adalah sebuah catatan yang muram dan kelam. Berhentilah membaca sekarang juga kalau anda tidak ingin keyakinan anda akan Tuhan tergerus dan tergerogoti.


Pekan ketiga Mei ini adalah pekan gundah gulana. Pekan dari hari-hari di mana terasa sekali ketidakadilan dan kesendirian. Ketidakadilan atas nasib yang terasa tidak berpihak kepada hamba yang sudah berjuang menjalankan aturan Tuhan. (lagi…)

Add comment 22 Mei 2009

“Bego..!”

Malam Jum’at sepekan silam, saya pulang dari kantor agak malam. Menempuh rute seperti biasa, namun yang biasanya lurus ke arah Sudirman melewati Bappenas, kali ini belok kiri, melintasi rumah dinas Bapak Wapres JK (lagi…)

Add comment 23 April 2009

Taman Barito: dari Pasar Kembang hingga tempat nge-riung

bercengkerama di Taman Barito

bercengkerama di Taman Barito

Sekarang, Jakarta punya taman baru, sebagai implementasi kebijakan Gubernur Bang Foke untuk memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dulunya, banyak yang kontra dengan rencana pembuatan taman ini, karena harus menggusur/merelokasi para pedagang bunga dan ikan hias yang sudah berjualan sejak 1970-an. (lagi…)

Add comment 8 April 2009

With My Own Two Hands

song by Jack Johnson (feat. Ben Harper)
Lyrics by Ben Harper

I can change the world
With my own two hands
Make it a better place
With my own two hands
Make it a kinder place
With my own two hands
With my own
With my own two hands
(lagi…)

Add comment 25 Februari 2009

Previous Posts


Menulislah sebelum engkau ditulisi

Baru ditulis

Banyak dibaca

Berguna

Jelajah

beranda_rounded

tamu

kotak pandora

Kampanye “Any browser”