Week of feeling unjust and left behind

22 Mei 2009

Ini adalah sebuah catatan yang muram dan kelam. Berhentilah membaca sekarang juga kalau anda tidak ingin keyakinan anda akan Tuhan tergerus dan tergerogoti.


Pekan ketiga Mei ini adalah pekan gundah gulana. Pekan dari hari-hari di mana terasa sekali ketidakadilan dan kesendirian. Ketidakadilan atas nasib yang terasa tidak berpihak kepada hamba yang sudah berjuang menjalankan aturan Tuhan.

Tuhan berpesan untuk menemuinya tiap akhir malam
Tuhan berkata jangan mencuri dan mengambil yang bukan hakmu.

Tuhan berseru untuk meminta kepadanya, akan ia kabulkan.

Telah kutemuinya tiap penghujung malam, menyembahnya saat yang lain terlelap.
Tidak pernah mencuri dan mengambil yang bukan hak.
Tak putus lidah meminta dan hati memohon kepadanya.

Tetapi, saat ini… ketika tidak bisa berharap kepada selain dirinya..
Ia tak kunjung datang.

Eli, Eli, Lama sabachthani?
Mata nasrullaah..?

–dan mulai tumbuh sedikit keraguan akan keberadaannya.
Blogged with the Flock Browser

Entry Filed under: Islam. .


Menulislah sebelum engkau ditulisi

Baru ditulis

Banyak dibaca

Berguna

Jelajah

beranda_rounded

tamu

kotak pandora

Kampanye “Any browser”