Terpotong

25 Mei 2009

Ia mencak-mencak. Sebenarnya, sudah menjadi kebiasaannya. Tapi kali ini lain.

Tidak satu pun yang berani bersuara. Yang tadinya terdengar bercakap-cakap, sontak tidak terdengar. Hening, melebihi kuburan. Anginpun berhenti bertiup. Satu per satu mencelat keluar ruangan, takut menjadi sasaran amuk.

Komputer tidak bisa terhubung dengan jaringan, telepon pun mati pula. Dua hal yang masih membuatnya tetap masuk kerja, kalau mempertimbangkan keluh kesahnya–yang juga menjadi keluh kesahku, dan mayoritas lainnya. Tanpa keduanya, dunia serasa berhenti berputar. Setelah diperiksa, ternyata kabel jaringan ke komputernya putus. Seperti lama tergencet oleh sesuatu . Mungkin pinggir meja.

Menjelang maghrib, hanya tinggal ia dan aku, tenggelam dalam kesunyian masing-masing. Tiba-tiba, ia berseru dengan nada geram sambil memperlihatkan teleponnya , “Hey, lihat..!!!”

Kabelnya menjuntai, terpotong. Ada luka bekas digunting.

Seseorang sudah mendeklarasikan perang.

Blogged with the Flock Browser

Entry Filed under: Uncategorized. Tag: , .

1 Comment Add your own

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Menulislah sebelum engkau ditulisi

Baru ditulis

Banyak dibaca

Berguna

Jelajah

beranda_rounded

tamu

kotak pandora

Kampanye “Any browser”