Ziarah
30 Juni 2011 at 9:13 pm Tinggalkan komentar
Ini bukanlah tentang novel Ziarah karya Iwan Simatupang. Tetapi, tentang hidup pascamati.
Sesungguhnya setiap manusia yang sudah kembali berwujud ruh, mereka menunggu.. Menunggu orang yang dikenalnya untuk datang menjenguk jasadnya.
Nabi saww mengajarkan agar mengucap salam ketika memasuki pekuburan. Untuk apa? Bukankah penghuni kubur tersebut adalah orang-orang yang sudah mati, jasad sudah atau sedang membusuk untuk kembali menjadi tanah? Ketahuilah.. Bahwa yang mati hanyalah jasad, ruh tetap hidup di alam lain. Ketika terucap salam “assalãmu’alaikum yã ahlul kubur..!” seperti yang diajarkan Nabi saww, seketika ruh sang ahlul kubur akan segera melesat memasuki jasadnya, untuk menjawab salam tefsebut. Pemilihan kata ganti ‘kum’ menunjukkan bahwa terjadi dialog langsung antara pengucap salam dengan orang kedua yang diajak bicara, ruh ahlul kubur.
Terlebih ketika kita, sesudah salam, mendoakan sang ruh dan membacakan Al-Fãtihah untuknya.. Ruh tersebut akan senang bukan kepalang, kegembiraannya seperti menerima kebaikan bergunung-gunung besarnya. Telah pula diajarkan bahwa ketika seorang anak Adam mati, hanya 3 hal yang mampu menolongnya hidup di alam kubur: 1) amal sholeh dan 2) ilmu yang bermanfaat; serta 3) do’a anak yang sholeh.
Karena itu.. Di malam Jum’at yang mustajab ini, mari mendoakan mereka yang telah mendahului kita.. Dan esok sempatkan untuk berziarah, agar dapat kita mengucap salam. Semoga mereka hidup tenang dan senang di alam sana.
Posted with WordPress @sfBerry.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
PDF


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed