Cerita Suatu Senja

image Turunan Sudirman di depan Landmark, menjelang maghrib. Disebabkan perut yang keroncongan, kutepikan motor ke kios dekat pangkalan ojek untuk mencari sekedar gorengan, lantas duduk menghabiskan sepotong bakwan.

Dari atas, terlihat seorang mas-mas menyorong motor, meluncur ke arah kami. Sesudah menegakkan motornya, ia merunduk, sibuk mengutak-atik tuas kopling. Lantas jongkok, berusaha membuka panel rumah kopling Yamaha RX King tuanya.

“Kenapa, Mas?” tanya seorang pengojek. “Ini, cantelan kabel koplingnya yang di dalam lepas”, jawab Si Mas. “Itu mesti buka pakai kunci 8”. “Iya”. Kemudian pengojek itu ikut merunduk, berusaha melihat lebih jelas dalam suasana yang remang karena penerangan hanya dari lampu kios dan Gedung Landmark di depan. “Wah, kalau baut 8 begitu musti pakai kunci yang model T. Kunci pas biasa nggak masuk”.

Si Mas mulai terlihat bingung. Ternyata ia tidak punya kunci T. Berdiri sambil masih mengunyah gigitan terakhir bakwan pengusir lapar, aku kemudian melangkah mendekatinya. “Tenang aja, Mas, saya ada kunci T 8”.

(Bersambung)

(by WP mobile on HTC)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under cerita

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s